• February 22, 2024

Waspada Gejala Maag Kronis saat Puasa, Bisa Memicu 4 Penyakit Kronis Ini!

Fimela.com, Jakarta Maag adalah salah satu penyakit yang paling banyak diderita di dunia, termasuk Indonesia. Penyakit maag atau gastritis adalah kondisi peradangan pada lambung yang membuat penderitanya merasakan nyeri di perut, mual, muntah, dan rasa tidak nyaman. Biasanya sakit maag disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), atau karena mengonsumsi obat antiinflamasi (NSAID), seperti ibuprofen dan aspirin. Ini bisa merusak kekebalan lambung terhadap asam yang dihasilkannya untuk mencerna makanan, sehingga lapisan lambung menjadi luka. 

Faktor lain yang menyebabkan sakit maag adalah beberapa faktor gaya hidup, seperti makanan pedas, stres akut, ataupun alkohol. Rasa sakit maag bisa datang dan pergi seiring waktu, bagi sebagian orang gejala maag bisa dirasakan ketika perut kosong di malam hari atau pagi hari. Biasanya rasa sakit tersebut bisa hilang jika perut sudah terisi dengan makanan. Namun, beberapa orang juga tidak mengalami gejala apapun, ini yang berbahaya karena akan meningkatkan risiko komplikasi.

Penyakit maag bisa berbahaya jika sudah terjadi berulang dan terjadi dalam jangka panjang, ini dinamakan maag kronis. Maag kronis cenderung lebih sulit untuk disembuhkan, akan membaik dengan pengobatan dan didampingi dengan gaya hidup yang sehat.

Memasuki bulan Ramadan, seseorang dengan penderita maag mungkin akan lebih sulit untuk menjalani ibadah puasa karena harus menahan rasa lapar seharian tanpa mengisinya dengan makanan. Namun, jangan masalah perut jangan dijadikan alasan untuk menghindari puasa yang dimana sudah menjadi kewajiban tiap umat muslim. 

Justru puasa bisa menjadi momentum untuk menyembuhkan penyakit maag bagi mereka yang memerhatikan kesehatan tubuhnya. Saat puasa, kadar hormon gastrin dalam tubuh akan membantu menurunkan asam lambung. Selain itu, wajar halnya mengalami maag pada awal puasa karena kondisi asam lambung sedang beradaptasi dan akan normal kembali pada minggu kedua, apabila diikuti dengan pola berpuasa yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *