• February 21, 2024

Penyebab Stroke Berulang dan Upaya Pencegahannya

Stroke adalah kondisi gangguan fungsi saraf akibat adanya masalah dalam peredaran darah pada otak. Tahukah Sahabat Sehat? Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO di tahun 2010, setiap tahunnya ada sekitar 15 juta orang di seluruh dunia menderita stroke. Kondisi ini juga menjadi penyebab kematian kedua pada seseorang yang berusia di atas 60 tahun dan penyebab kematian kelima pada umur 15—50 tahun.

stroke berulang
Foto: Freepik.com

Jadi, stroke itu tidak hanya dialami oleh lansia, melainkan juga remaja, dewasa muda dan tua. Hampir 6 juta orang setiap tahun meninggal karena stroke dan kondisi ini juga merupakan penyebab utama kecacatan jangka panjang tanpa membedakan usia, jenis kelamin dan etnis.

Seseorang yang pernah mengalami stroke, perlu berhati-hati dengan datangnya stroke berulang karena dampak yang ditimbulkan lebih berat dan sering menyebabkan cacat permanen hingga kematian. Sebenarnya, apa sih yang membuat seseorang bisa mengalami serangan stroke kembali ketika sebelumnya sudah pernah pulih dari stroke? Ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab terjadinya stroke berulang, berikut ini di antaranya!

Hipertensi

Hipertensi menjadi faktor utama penyebab terjadinya stroke berulang. Seseorang yang mempunyai tekanan darah diastolik lebih dari 100 mmHg akan mempunyai risiko terjadinya stroke berulang sebesar 5 kali lebih tinggi. Oleh karena itu, seseorang yang sudah pernah mengalami stroke sangat dianjurkan untuk melakukan pengendalian tekanan darah untuk menurunkan risiko stroke berulang.

hiperteni penyebab stroke berulang
Foto: Pexels.com

Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stroke berulang. Seseorang yang memiliki kadar gula darah lebih dari 200mg/dl akan lebih berisiko untuk kembali mengalami gejala stroke.

Obesitas

Obesitas adalah kondisi ketika seseorang memiliki indeks masa tubuh lebih dari atau sama dengan 25. Obesitas menjadi faktok risiko terjadinya diabetes, hipertensi dan juga meningkatkan risiko terjadinya stroke pada seseorang.

Merokok

Merokok merupakan suatu kebiasaan yang sulit sekali untuk dihentikan. Gaya hidup seperti ini mempengaruhi kejadian stroke berulang. Seseorang yang merokok memiliki risiko 1,28 kali lebih tinggi terkena stroke berulang dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Ketidakteraturan Berobat

Seseorang yang telah pulih dari stroke sering kali mengabaikan pengobatan setelahnya. Keteraturan berobat dan kejadian stroke berulang memiliki hubungan erat yang bisa diabaikan. Oleh karena itu, tetaplah jalankan anjuran dari dokter meskipun kondisi terlihat membaik.

Stroke berulang ini biasanya lebih berdampak fatal daripada stroke sebelumnya. Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Upaya pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan menerpkan gaya hidup sehat dan melakukan pengendalian pada semua faktor yang mendukung terjadinya stroke berulang. Perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan seperti tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol, menjaga berat tubuh, mengurangi konsumsi garam, melakukan olahraga dan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, kadar gula darah secara teratur.

Referensi

Alter, M., Friday G, Lai SM., O’Connel, J., Sobel., 1994. Hypertension and Risk of Stroke Recurrence of Ischemic Stroke. Stroke, 1994: 25(8): 1605—9 [serial online]

Martiani, A., Pratiwi, N. E. 2012. Hubungan stress, pola makan, kepatuhan minum obat terhadap terjadinya stroke ulang di rumah sakit wilayah kabupaten pekalongan tahun 2012 [serial online]

Utami, Fajar Rahmawati. 2015. Hubungan upaya pencegahan terhadap kejadian stroke berulang pada penderita stroke. Skripsi. FKM Universitas Jember

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Muhammad Alif Fiandra

Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Universitas Jember

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *