• February 21, 2024

Penyebab Kulit Kering pada Bayi dan Tips Mencegahnya

Kulit bayi yang masih sangat sensitif, tentu menjadi perhatian khusus. Kondisi kulit yang sensitif tersebut dikarenakan lapisan kulitnya 30% lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Kulit bayi juga masih berada dalam masa adaptasi tanpa cairan amnion yang membantu melembabkan kulitnya selama berada dalam kandungan.

Oleh karena itu, kulit bayi membutuhkan perawatan khusus untuk menjaga kelembabannya. Sahabat Sehat juga perlu mengetahui gejala kulit kering pada bayi agar berhati-hati, di antaranya kulit tampak bersisik, kasar, ruam, kulit menebal, dan mengelupas. Nah, berikut ini penyebab dan cara mencegahnya.

kulit kering bayi
Foto: Pexels.com

Penyebab Kulit Kering pada Bayi

Selain karena kulit yang masih sensitif dan lapisannya lebih tipis, faktor apakah yang menyebabkan kulit bayi jadi kering? Berikut ini beberapa di antaranya.

Kondisi Udara yang Kering

Kesehatan kulit sangat dipengaruhi suhu udara sekitar. Jika udara di sekitarnya kering dan panas, kulit bayi akan kehilangan banyak cairan. Kondisi ini juga berlaku pada ruangan ber-AC. Meskipun udaranya dingin, AC membuat udara jadi kering, sehingga mengurangi kelembaban kulit bayi.

Sabun yang Tidak Tepat

Kulit bayi perlu beradaptasi dengan berbagai hal, termasuk sabun yang digunakan. Pemilihan sabun yang tidak cocok dengan kulitnya bisa menyebabkan masalah kulit pada bayi, salah satunya kulit menjadi kering.

Masalah Kulit

Beberapa masalah kulit, seperti eksim, psioriasis, atau iktiosis, juga menyebabkan kulit kering. Munculnya eksim bisa dikarenakan alergi makanan atau lingkungan. Semua ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa dilakukan perawatan untuk mengurangi gejala.

Kebiasaan Tertentu yang Membuat Kulit Kering

Kulit kering pada bayi bisa disebabkan oleh kebiasaan tertentu, misalnya mandi dengan air hangat dalam waktu lama. Paparan suhu panas dan air bisa mengganggu keseimbangan minyak dan air pada kulit, sehingga kulit jadi kering.

cegah kulit kering pada bayi
Foto: Pexels.com

Tips Mencegah Kulit Kering

Kulit bayi memang mengelupas dalam beberapa hari setelah kelahiran karena luruhnya vernix caseosa yang melapisi kulit. Setelah bayi lahir, lapisan vernix menebal dan mengelupas dan kondisi ini tidak memerlukan perawatan khusus. Setelahnya, barulah kulit bayi memerlukan perawatan khusus agar tidak kering dan kasar.

Mempersingkat Durasi Mandi

Tips pertama adalah tidak memandikan si kecil dalam waktu lama karena menyebabkan hilangnya kelembaban kulit bayi. Mandikanlah bayi hanya dalam waktu 5-10 menit menggunakan air hangat.

Memilih Produk Perawatan yang Aman

Ketika akan menggunkan produk, pastikanlah terlebih dahulu keamanannya. Cobalah untuk oleskan sedikit produk di pergelangan tangan atau lengan bayi. Amati apakah muncul reaksi alergi dalam 24-48 jam atau tidak. Jika tidak muncul gejala, maka produknya aman digunakan. Namun, jika kulit menjadi kemerahan, muncul ruam, gatal, atau gejala lainnya, maka segera hentikan pemakaian. Sahabat Sehat juga bisa meminta rekomendasi dari dokter mengenai produk yang lebih aman.

Menggunakan Pelembab

Kamu perlu rutin mengoleskan pelembab pada kulit bayi setidaknya 2-3 kali sehari, yaitu setelah mandi pagi dan sore, serta sebelum tidur. Gunakan pelembab bebas parfum, sehingga tidak mengiritasi kulit.

Memilih Pakaian Berbahan Lembut

Tekstur pakaian berpengaruh pada kondisi kulit. Pilihlah pakaian berbahan lembut untuk mencegah kulit kering pada bayi. Saat mencuci, pastikan membilas pakaian sampai benar-benar bersih untuk menghindari sisa detergen menempel yang menyebabkan kulit kering. Bila diperlukan, gunakan detergen khusus yang aman untuk bayi.

Memenuhi Kebutuhan Cairan

Pastikan kebutuhan cairan si kecil terpenuhi agar proses metabolismenya seimbang. Cairan yang terpenuhi juga menjaga kelembaban kulit. Kebutuhan cairan dapat dipenuhi dari asupan ASI atau susu formula untuk bayi.

Itulah berbagai faktor penyebab kulit kering pada bayi dan tips pencegahannya. Jika masalah kulit kering sudah dialami, maka periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Yuan Adelintang Kurniadita

Saya adalah mahasiswi Magister Sains Manajemen, UGM, dan sudah berpengalaman sebagai content writer freelance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *