• February 21, 2024

Penyakit Genetik yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Lambung

Sejumlah kasus kanker lambung diakibatkan oleh penyakit genetik, terlebih jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker lambung atau jenis kanker lainnya. Nah apa saja penyakit genetik yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung? Yuk cari tahu jawabannya bersama Bumame lewat artikel berikut! 

Baca Juga: Benarkah Bakteri Helicobacter Pylori Menyebabkan Kanker Lambung?

Beberapa penyakit genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker lambung 

Berikut adalah tiga penyakit genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker lambung: 

  1. Peutz-Jeghers syndrome

Peutz-Jeghers syndrome atau disingkat PJS adalah penyakit genetik yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung. Gejala penyakit ini ditandai dengan munculnya polip (jaringan abnormal yang memiliki ukuran kecil, bertangkai, dan dapat muncul di bagian tubuh mana pun). Namun paling sering terjadi di daerah usus kecil, usus besar, perut, kandung kemih, hingga rektum. 

Sindrom Peutz-Jeghers umumnya diturunkan dari anggota keluarga. Menurut laporan Cleveland Clinic, sekitar 50% pengidap Peutz-Jeghers syndrome memiliki orang tua dengan sindrom yang sama. Sementara 50% lainnya merupakan pengidap paling pertama dalam silsilah keluarga. 

  1. Juvenile polyposis syndrome 

Juvenile polyposis syndrome atau disingkat JPS adalah penyakit genetik yang ditandai dengan munculnya polip pada sistem saluran pencernaan, seperti lambung, usus halus maupun usus besar. Sebesar 75% dari total kasus sindrom Juvenile polyposis diwarisi dari orang tua, sementara 25% sisanya merupakan mutasi genetik baru yang tidak diturunkan dari orang tua.

Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Memasuki Kanker Lambung Stadium 4?

  1. Lynch syndrome

Lynch syndrome atau sindrom Lynch adalah penyakit genetik yang juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung dan berbagai kanker lainnya. Jika seseorang mengidap Lynch syndrome. Ia memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengidap kanker sebelum memasuki usia 50 tahun. Sindrom Lynch dapat menyerang siapa saja karena merupakan hasil mutasi genetik. Mutasi genetik ini diturunkan dari orang tua ke anak selama masa perkembangan janin. 

Gejala sindrom Lynch cukup bervariasi, namun beberapa gejala umumnya meliputi: 

  • Terdapat darah saat buang air besar
  • Sembelit
  • Sakit atau kram perut
  • Diare
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah

Cara menurunkan risiko terkena kanker yang diakibatkan oleh kondisi genetik 

Pertama-tama, kanker yang diakibatkan oleh kondisi genetik tidak dapat dicegah. Namun, orang dengan sindrom genetik tertentu dapat mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter atau tenaga kesehatan profesional untuk dapat meningkatkan kualitas hidup. 

Pemeriksaan atau deteksi dini terhadap penyakit kanker harus dilakukan sedini mungkin, sebelum seseorang merasakan gejala-gejala tertentu. 

Baca Juga: Jenis-jenis Tes Diagnosis Kanker Lambung

Di Bumame, tersedia GASTROClear™ yang merupakan skrining dini risiko kanker lambung dan LUNGClear™ yang merupakan skrining dini risiko kanker paru-paru. Skrining ini cocok dilakukan oleh siapa saja tanpa terkecuali untuk mengetahui apakah seseorang berisiko mengidap kanker lambung dan paru-paru atau tidak. Prosedur skrining mudah dan aman, seperti pengambilan darah pada umumnya. 

Kamu dapat menghubungi customer care Bumame untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait skrining GASTROClear™ dan LUNGClear™. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *