• February 21, 2024

Menilik Manfaat Kentang Hitam untuk Kesehatan

Sahabat Sehat pernah makan kentang hitam? Kentang hitam atau yang punya sebutan lain kentang jawa atau kentang kleci merupakan salah satu pangan fungsional yang baik untuk kesehatan, loh!

Kentang jenis ini bukan termasuk dalam suku Solanum dan dikenal dengan nama latin Coleus tuberosus Benth. Namun, kentang hitam bisa dikonsumsi dan punya rasa enak tapi sedikit getir. Tertarik untuk mencoba? Sebelum mencobanya, berikut ada informasi seputar gizi dan manfaat kentang hitam yang perlu kamu tahu.

kentang
Foto: Freepik.com

Gizi Kentang Hitam

Menurut Tabel Komposisi Pangan Indonesia kentang hitam mengandung energi hingga 142 Kkal per 100 gram, protein 0,9 gram, lemak 0,4 gram, karbohidrat 33,7 gram, serat 5,4 gram. 

Jika dibandingkan antara zat gizi kentang hitam dengan kentang yang umum di pasaran, kentang hitam memiliki serat, energi, dan karbohidrat yang jauh lebih tinggi. Seratnya juga mencakup kebutuhan serat harian hingga 21,6%. 

Selain itu, kentang hitam juga memiliki kandungan vitamin dan mineral, seperti vitamin C 38 mg, vitamin B1 0,02 mg, kalsium 34 mg, besi 0,2 mg, fosfor 775 mg, natrium 22 mg, dan kalium 890,3 mg. Ada pula zat senyawa bioaktif, seperti asam oleanolat, asam ursolat, flavonoid, fenol, beta-sitosterol, dan kampesterol. 

Manfaat Kentang Hitam

Penelitian pada hewan coba dalam Jurnal Penelitian Saintek menunjukkan konsumsi crackers yang terbuat dari kentang hitam dan tepung kentang hitam kaya pati resisten mampu menurunkan profil lipid, meliputi total kolesterol, trigliserida, dan Low Density Lipoprotein-Cholesterol (LDL). Sementara itu, lemak baik atau High Density Lipoprotein-Cholesterol (HDL) juga mengalami peningkatan.

Dalam buku Bahan Pangan Pencegah Kanker juga disampaikan bahwa kentang hitam memiliki efek antiproliferasi atau menghambat pembelahan sel kanker payudara. Hasil studi dari Journal of Applied Biology and Biotechnology juga menunjukkan adanya potensi kentang hitam sebagai antiproliferasi sel kanker serviks. Ekstrak kulit kentang hitam memiliki antiproliferatif lebih besar daripada ekstrak daging kentang hitam. 

kentang hitam
Foto: Flick/Indra Riawan

Kentang Hitam untuk Diabetes Melitus

Berdasarkan kandungan senyawanya, menurut jurnal Food and Agro-industry kentang hitam juga bermanfaat menurunkan kolesterol. Juga, meningkatkan aktivitas antioksidan dan menurunkan kadar glukosa dalam darah. 

Salah satu hasil studi yang dimuat dalam jurnal Current Research in Nutrition and Food Science, mengungkap bahwa beberapa cara pengolahan kentang hitam untuk hewan coba diabetes mampu meningkatkan antioksidan dan pati resisten yang baik untuk penderita diabetes melitus. Cara pengolahan tersebut yakni dengan dipanggang dan direbus.

Banyak manfaat kentang hitam yang bisa kamu dapatkan. Olahan kentang hitam bisa jadi camilan kentang yang sehat, cukup panggang atau rebus biasa pun rasanya sudah enak. Sahabat Sehat tertarik mencoba kentang hitam? 

Referensi

Kemenkes. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. https://www.panganku.org/id-ID/view. Diakses 21 Agustus 2023. 

Komalasari, H. (2022). POTENSI UMBI KENTANG HITAM (Coleus tuberosus) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL. Food and Agro-industry Journal, 3(1), 106-114. http://www.jurnal.uts.ac.id/index.php/JTP/article/view/1627. diakses 21 Agustus 2023.

Nisa, F.Z., dkk. 2021. BAHAN PANGAN PENCEGAH KANKER. Buku Elektronik: UGM PRESS.https://www.google.co.id/books/edition/BAHAN_PANGAN_PENCEGAH_KANKER/xu5IEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0. diakses 21 Agustus 2023.

Nugraheni, M., Hamidah, S., & Auliana, R. (2016). Pengaruh konsumsi crackers kentang hitam (Coleus tuberosus) kaya Resistant Starch tipe 3 terhadap profil lipida tikus yang menderita hiperkolesterolemia. Jurnal penelitian saintek, 21(1), 21-31. https://staffnew.uny.ac.id/upload/132300107/penelitian/Jurnal%20saintek%20April%202016.pdf. diakses 21 Agustus 2023. 

Nugraheni, M., & Santoso, U. (2019). Antioxidant Activity and Resistant Starch Content of C. tuberosus on Different Cooking Method and Its Potential On Glucose Management in Diabetic Mice. Current Research in Nutrition and Food Science, 7(1), 182. https://search.proquest.com/openview/309aeb3b303671da80fb68c5ee4c0ef4/1?pq-origsite=gscholar&cbl=2035005. Diakses 21 Agustus 2023. 

Nugraheni, M., Windarwati, W., & Lastariwati, B., 2022. Antioxidative, antiproliferative, and apoptosis effect of Coleus tuberosus flesh and peel ethanol extracts on cervical cancer cell lines.  Journal of Applied Biology & Biotechnology. 10 (1). 164-171. https://www.researchgate.net/publication/358890828_Antioxidative_antiproliferative_and_apoptosis_effect_of_Coleus_tuberosus_flesh_and_peel_ethanol_extracts_on_cervical_cancer_cell_lines. diakses 21 Agustus 2023. 

Sunarjono, H. 2013. Bertanam 36 Jenis Sayur. Buku Elektronik Penebar Swadaya Group. https://www.google.co.id/books/edition/Bertanam_36_Jenis_Sayur/Aay0CAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0.  diakses 21 Agustus 2023. 

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Putri Yulianingtyas

Lulusan Diploma Tiga Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *