• October 1, 2023

Kamu Punya Alergi Debu? Atasi dengan Cara Ini

Alergi dapat terjadi jika sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan zat asing. Salah satunya adalah debu, termasuk spora jamur, tungau, bulu hewan, sel kulit hewan, atau bangkai kecoa yang juga tercampur di dalmanya. Meski sulit dihindari sepenuhnya, ada beberapa cara yang bisa Sahabat Sehat trapkan untuk meminimalisasi reaksi alergi.

Siapa yang Lebih Berisiko Terkena Alergi Debu?

Faktor risiko alergi debu meliputi riwayat keluarga, riwayat kesehatan pribadi, dan usia. Seseorang dengan garis keturunan mengalami alergi debu atau jenis alergi lainnya dinilai lebih berisiko mengalami alergi debu. Seseorang dengan penyakit asma atau alergi lainnya juga lebih berisiko. Dari segi usia, anak-anak lebih rentan mengalami alergi dan mengalami reaksi lebih buruk dibandingkan orang dewasa, mengingat sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna.

alergi debu
Fotof: Freepik.com

Gejala Alergi Debu dan Komplikasinya

Saat reaksi alergi muncul, antibodi mengenalinya sebagai hal berbahaya. Berbagai gejala muncul sebagai penanda alergi debu, di antaranya bersin, hidung tersumbat, rinore atau keluar ingus encer dan banyak, batuk, mata merah dan berair, gatal, dan ruam merah di kulit. Beberapa penderita juga mengalami sakit kepala. Meskipun demikian, gejala tersebut tidak menular.

Jika gejalanya tidak segera ditangani dengan baik, maka bisa berakibat komplikasi. Risiko komplikasinya mencakup peradangan pada jaringan di saluran hidung akibat tersumbat oleh alergen. Selanjutnya, komplikasi bisa berupa memburuknya gejala asma.

Cara Mengatasi

Reaksi alergi dari partikel di dalam debu harus segera diatasi agar alergi tidak semakin parah dan menimbulkan komplikasi. Sebisa mungkin kamu menghindari sumber debu untuk meredakan alergi. Sahabat Sehat harus melakukan berbagai upaya penanganan alergi sebagai berikut.

Menghindari Paparan Dingin

Gejala alergi debu semakin parah jika kamu berada di lingkungan dingin. Oleh karena itu, hindarilah paparan dingin untuk sementara waktu hingga gejala alergi mereda. Jika perlu, pakailah pakaian hangat.

Menghindari Makanan dan Minuman Dingin

Sahabat Sehat perlu menghindari makanan dan minuman dingin untuk meredakan gejala alergi, seperti batuk, flu, dan bersin. Pastikan tubuh terhidrasi dengan minum minuman hangat untuk merelaksasi tubuh.

Memakai Masker

Saat mengalami alergi dan bergejala flu, batuk, dan bersin, gunakanlah masker untuk mencegah debu terhirup dengan bebas. Untuk membersihkan rumah dan setiap perlengkapan, tetaplah mengenakan masker agar tidak memperparah ataupun menambah gejala.

membersihkan meja
Foto: Freepik.com

Menggunakan Lap Basah untuk Membersihkan Debu

Rutinlah membersihkan rumah untuk mengurangi debu dan berbagai partikel penyebab polusi udara. Bersihkan perabot keras, seperti meja, kursi, vas, pajangan, menggunakan lap basah untuk mencegah debu beterbangan.

Membersihkan Karpet dan Furnitur Berlapis Kain dengan Alat Penyedot Debu

Vacuum cleaner atau penyedot debu berperan besar dalam membersihkan debu dan menghalau berbagai partikel di dalamnya. Bersihkan karpet dan furnitur berlapis kain dengan penyedot debu untuk membebaskannya dari kotoran membandel.

Menjaga Kelembaban Udara

Upaya berikutnya adalah menjaga kelembaban udara di dalam rumah. Gunakan humidifier atau pendingin ruangan agar jamur tidak mudah berkembang biak yang memicu reaksi alergi.

Mencuci Semua Perlengkapan Tidur dengan Air Hangat

Kebersihan perlengkapan tidur sangat penting diperhatikan. Pasalnya, tungau debu dan kotorannya sering menempel pada benda berbahan atau berlapis kain. Rutinlah mencuci semua perlengkapan tidur, seperti sarung bantal, sarung guling, sprai, selimut, dan boneka dengan air panas yang suhunya sekitar 55 derajat Celcius untuk membunuh tungau penyebab alergi debu.

Melapisi Kasur dan Bantal dengan Sarung Berbahan Tenun

Terakhir, lapisilah kasur dan bantal dengan sarung berbahan tenun karena tahan debu. Kain tenun mempunyai pori-pori yang rapat, sehingga mencegah debu terserap ke bantal.

Alergi debu merupakan hal serius karena jika tidak segera ditangani akan menyebabkan komplikasi. Jika alergi debu tak kunjung reda setelah melakukan berbagai cara di atas, periksakan ke dokter untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan memberikan penanganan medis berupa peresepan obat alergi debu.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Yuan Adelintang Kurniadita

Saya adalah mahasiswi Magister Sains Manajemen, UGM, dan sudah berpengalaman sebagai content writer freelance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *