• February 21, 2024

Jangan Panik! Lakukan Ini Saat Kaki Tiba-Tiba Kram

Apakah Sahabat Sehat pernah mengalami kram kaki secara tiba-tiba? Kram otot di area kaki merupakan kontraksi atau menegangnya otot dengan kuat secara tiba-tiba. Kram dapat berlangsung dalam beberapa detik hingga menit.

Kram sering dialami saat malam hari saat kaki tertekuk, termasuk bisa terjadi saat tidur dan akan membuatmu terbangun. Kaki kram di malam hari saat tidur disebut nocturnal leg cramps yang biasanya terjadi pada otot betis. Menurut American Academy of Family Physician, kondisi tersebut dialami oleh lebih dari 60 persen orang dewasa dan menjadi penyebab utama insomnia.

atasi kram kaki
Foto: Pexels.com

Apa sih penyebab kaki kram?

Ada berbagai macam penyebab kaki kram, meskipun terkadang juga tidak diketahui penyebab pastinya. Kram otot terjadi saat otot tanpa sadar berkontraksi sendiri karena ketegangan otot setempat, kelelahan otot, terlalu sering digunakan, ataupun efek dehidrasi.

Kurangnya asupan elektrolit, seperti magnesium atau kalium, juga menyebabkan kram. Mineral tersebut berperan penting melancarkan kerja otot, sementara cairan yang cukup akan membantu memproses mineral itu. Penyebab lainnya adalah alkoholisme, hipotiroidisme, penggunaan obat-obatan tertentu, infeksi, penyakit hati, dan diabetes.

Cara menangani kaki kram

Saat mengalami kram, kamu akan merasakan benjolan keras di titik nyeri dan itulah pusat otot yang berkontraksi. Sebagian besar kasus kram otot bukanlah kondisi serius atau mengkhawatirkan. Akan tetapi, individu dengan usia 65 tahun ke atas berisiko lebih besar mengalami kram. Ketika kram terjadi, jangan panik dan segera atasi dengan berbagai cara berikut.

Hentikan aktivitas dan melemaskan otot

Langkah pertama adalah menghentikan aktivitas yang saat itu dilakukan dan cobalah tetap tenang. Setelahnya, lakukan peregangan ringan untuk melemaskan otot. Regangkan otot, pegang, dan usap lembut area yang mengalami kram. Kamu dapat memijat otot selama melakukan peregangan atau setelah selesai. Setelah peregangan, kamu bisa tempelkan patch atau koyo ke area tersebut.

Jika otot betis mengalami kram saat tidur malam, kamu bisa berdiri dan perlahan memberi beban di kaki yang kram untuk mendorong tumit ke bawah dan meregangkan otot. Sesaat kemudian, cobalah berjinjit dan berjalan perlahan.

kompres kaki
Foto: Pexels.com

Kompres area yang mengalami kram

Kompres air hangat bisa membantu mengatasi kram. Kombinasi kompres hangat dan kompres dingin juga dapat meringankan kram. Akan tetapi, cara ini tidak dianjurkan untuk penderita diabetes atau cedera syaraf tulang belakang. kamu juga bisa menggunakan obat pereda nyeri juga dapat mengatasi kram, seperti gel penghilang nyeri apabila dibutuhkan.

Penuhi asupan cairan tubuh

Terpenuhinya asupan cairan tubuh juga penting untuk mengatasi kram. Banyak minum air putih yang didukung oleh minuman elektrolit akan membantu mencegah terjadinya kram. Buah yang mengandung banyak air juga direkomendasikan untuk memenuhi cairan tubuh, seperti semangka, melon, buah naga, jambu air, jeruk, dan lainnya.

Konsumsi makanan kaya magnesium

Jika frekuensi kram kaki cukup sering atau periodik dan tidak berkaitan dengan kondisi medis serius, maka kamu disarankan mengonsumsi lebih banyak magnesium. Sumber magnesium adalah bayam, ubi, pisang, kacang-kacangan, biji-bijian, dan yoghurt. Khusus untuk ibu hamil, konsumsi suplemen magnesium dapat dilakukan dengan ijin dokter, sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu.

Mandi air hangat

Mandi air hangat bisa membantu mengatasi kram. Hal ini dikarenakan air hangat mampu melemaskan otot yang sedang berkontraksi atau tegang. Meskipun demikian, cara ini tidak dianjurkan untuk penderita diabetes atau cedera syaraf tulang.

Berbagai cara di atas sangat membantu mengatasi kram kaki. Cobalah sesekali pijat di bagian tubuh yang sering mengalami kram, melakukan pemanasan sebelum berolahraga, dan menggunakan alas kaki yang layak serta nyaman untuk bergerak untuk mencegah kram datang kembali. Jika keluhan kaki kram tetap sering muncul setelah penanganan tersebut, maka periksakan ke dokter untuk memperoleh penanganan secara medis dan tepat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Yuan Adelintang Kurniadita

Saya adalah mahasiswi Magister Sains Manajemen, UGM, dan sudah berpengalaman sebagai content writer freelance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *