• February 28, 2024

Diary Fimela: Kisah Dokter Dwi Handayani Mutia, Patahkan Stigma Menyeramkan Periksa Gigi

Fimela.com, Jakarta Drg. Dwi Handayani Mutia, Sp.KG (54 tahun) masih mengingat kejadian waktu kecil saat memeriksakan giginya di sebuah klinik gigi. Dokter gigi yang terkesan ‘galak’ karena kurang ramah dan kurang komunikatif, menyisakan rasa trauma bagi ‘Mutia kecil’ saat memeriksakan giginya dulu.

“Waktu kecil, gigi aku memang tidak bagus, sehingga mengharuskan untuk memakai bracket. Di tengah kondisi gigi yang sakit itu aku harus nunggu waktu yang lama sekali untuk tindakan. Begitu tindakan dimulai, ya sudah selesai, dokter tersebut tidak ngomong apa-apa. Feels-nya tidak enak. Padahal setiap bulannya kan aku harus kembali terus ya ke klinik,” cerita Mutia itu kepada Fimela.

Pengalaman kurang menyenangkan di masa kecilnya itu menjadi motivasi yang kuat bagi Mutia untuk menjadi dokter gigi. Ia bertekad untuk membuat pasien yang dirawat menjadi tenang dan senang saat memeriksakan giginya ke dokter gigi. Sehingga stigma negatif akan dokter gigi yang galak dan menyeramkan tersebut akan hilang.

Sejak 1988, Mutia mendedikasikan hidupnya untuk bidang pendidikan Ilmu Kedokteran gigi di Universitas Prof. dr Moestopo Beragama. Kemudian, pada tahun 2005, ia kembali menamatkan pendidikan Spesialis Konservasi Gigi di Universitas Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *