• February 22, 2024

Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Anemia Aplastik

Apakah selama ini kamu tahu bahwa anemia memiliki banyak jenis? Mungkin kamu sudah sering mendengar tentang anemia yang berkaitan dengan kurangnya sel darah merah yang menyebabkan gangguan pada kesehatan, tapi ternyata anemia memiliki lebih dari 400 jenis, dan salah satunya adalah anemia aplastik yang perlu kamu waspadai. Apa sebenarnya anemia aplastik? Dan bagaimana pengobatan anemia aplastik? Yuk cari tahu selengkapnya bareng Bumame di sini! 

Apa itu anemia aplastik? 

Anemia aplastik adalah salah satu jenis kelainan pada darah yang terjadi akibat kondisi sumsum tulang mengalami gangguan memproduksi sel darah baru dalam jumlah yang cukup. Anemia aplastik mengakibatkan sumsum tulang tidak dapat mereproduksi satu atau semua jenis sel darah merah termasuk sel darah putih dan platelet. 

Umumnya, penyakit ini dialami oleh mereka yang baru memasuki usia 20 tahun dan kaum lansia dan anemia jenis ini termasuk jenis penyakit langka dan serius. 

Dilihat dari penyebabnya, anemia aplastik dibagi menjadi dua, yaitu anemia aplastik yang muncul di umur tertentu (acquired aplastic anemia) dan anemia aplastik yang telah seseorang miliki sejak lahir (inherited aplastic anemia). Anemia aplastik karena sebab genetik biasanya terjadi karena kerusakan gen pada anak. 

Baca Juga: Anemia Defisiensi Besi: Pengertian, Gejala, dan Pengobatan

Faktor penyebab terjadinya anemia aplastik

Beberapa penyebab anemia aplastik yang umum terjadi, yaitu: 

  • Penyakit kelainan sistem imun atau autoimun

Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat, termasuk sel di dalam sumsum tulang, yang menyebabkan risiko terkena anemia aplastik. Saat sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri, ia juga ikut menyerang sel punca (sel yang belum memiliki fungsinya sendiri sehingga dapat berubah dan menyesuaikan diri tergantung lokasinya) yang berada di dalam sumsum tulang. 

  • Penyakit genetik atau keturunan

Jika di dalam keluarga memiliki riwayat mengidap anemia aplastik, seorang anak atau keturunannya juga memiliki risiko yang lebih besar untuk mengidap anemia aplastik. 

Beberapa virus yang erat kaitannya dengan anemia aplastik, di antaranya Hepatitis, Epstein-Barr, Cytomegalovirus, hingga human immunodeficiency virus (HIV). Virus-virus ini dapat menyerang sumsum tulang belakang. 

  • Radioterapi dan kemoterapi 

Terapi radiasi atau radioterapi dan kemoterapi juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya anemia aplastik. Hal ini dikarenakan kedua metode pengobatan kanker ini bisa merusak sel-sel punca.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu 

Penggunaan obat-obatan seperti antibiotik chloramphenicol (digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri) dan obat untuk penyakit yang menyerang sistem sendi. 

Gejala-gejala anemia aplastik 

Gejala yang muncul cukup beragam tergantung terhadap situasi dan kondisi seseorang dengan anemia aplastik. Namun umumnya, gejala-gejala yang sering terjadi di antaranya: 

  • Kelelahan
  • Kulit pucat 
  • Sakit kepala dan pusing 
  • Demam 
  • Kulit lebih mudah mengalami memar dan berdarah 
  • Mimisan 

Baca Juga: Makanan Ini Bantu Kondisi Anemia!

Pengobatan dan perawatan anemia aplastik 

Jika kamu mengalami gejala-gejala anemia, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jika kamu mengidap anemia aplastik, pengobatan yang biasa diberikan oleh dokter, yaitu: 

  1. Antibiotik dan antivirus

Pengidap anemia lebih mudah terserang infeksi, maka dari itu, dokter akan menyarankan untuk diberikan antibiotik atau antivirus.

  1. Transfusi darah

Transfusi darah biasanya akan dilakukan jika pengidap anemia mengalami kekurangan sel darah secara drastis dan tiba-tiba.

  1. Imunosupresan atau imunosupresif

Pemberian obat-obatan untuk menekan kerja sistem kekebalan tubuh. Pengobatan ini biasa digunakan oleh pasien dengan gangguan autoimun. 

  1. Transplantasi sel punca 

Prosedur transplantasi sel punca umumnya dilakukan untuk menggantikan sel punca yang rusak dengan sel yang sehat. Prosedur ini biasa diberikan saat sudah pasien telah menerima pengobatan imunosupresan namun kondisi pasien belum membaik. 

Tes anemia dekat dan terjangkau

Kamu juga bisa melakukan pemeriksaan dan tes anemia melalui layanan Medical Check Up di Bumame. Bisa dilakukan dari rumah dengan layanan Home Care dan gratis biaya transportasi serta konsultasi dokter dan pembacaan hasil Medical Check Up untuk penanganan yang lebih tepat dan cepat. Medical Check Up Bumame tersedia di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Adapun harga tes anemia di Bumame sebesar 685 ribu. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi customer care Bumame.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *