• February 21, 2024

Benarkah Mengonsumsi Makanan Gosong Bisa Sebabkan Kanker?

Mungkin banyak dari kita bertanya-tanya mengenai efek konsumsi makanan yang terlalu matang, misalnya roti gosong atau daging gosong apakah dapat berkaitan dengan timbulnya masalah kesehatan atau tidak. Lebih khususnya banyak yang mengklaim bahwa makanan seperti makanan yang dibakar dihubungkan dengan risiko peningkatan risiko kanker. Apakah benar klaim perihal makanan gosong ini dapat dibuktikan secara ilmiah? Mari simak selengkapnya bersama Bumame!

Baca Juga: Ini Dia Alasan Perokok Rentan Terkena Penyakit Kanker Paru-Paru

Apa itu akrilamid?

Berbicara kandungan pada makanan gosong, tidak akan lepas dengan istilah akrilamid.

Akrilamid adalah senyawa yang biasa digunakan untuk menghasilkan berbagai produk termasuk kosmetik, pewarna, kertas, tekstil, hingga perlengkapan mandi. Selain itu, ternyata akrilamid juga dapat terbentuk dalam makanan bertepung seperti roti dan kentang selama metode memasak dengan panas tinggi. Penyebab terbentuknya adalah karena reaksi kimia antara protein dan gula, kemudian memberikan warna yang gelap pada masakan dan menimbulkan rasa yang khas. 

Dalam keseharian, akrilamid dijumpai pada berbagai bahan, termasuk makanan yang digoreng, dipanggang, dibakar, termasuk roti bakar. Zat ini lebih cenderung menumpuk saat makanan dimasak pada suhu yang lebih tinggi atau untuk jangka waktu yang lebih lama. Kesimpulannya, semakin gosong roti bakar maka semakin banyak kandungan akrilamid di dalamnya.

Lalu apakah akrilamid berkaitan dengan kanker?

Makanan mengandung akrilamid telah dikaitkan terhadap beberapa efek kesehatan yang negatif, termasuk kanker. Di tahun 1994, the International Agency for Research on Cancer mengklasifikasikan akrilamid sebagai kemungkinan karsinogenik pada manusia. Beberapa penelitian pada hewan juga menunjukan konsumsi akrilamid dalam jumlah besar dapat meningkatkan pertumbuhan tumor payudara dan tiroid, serta berkontribusi terhadap kanker rahim dan testis. 

Penelitian lain baru-baru ini yang dilakukan terhadap 4.000 subjek berusia dewasa tua menemukan bahwa peningkatan asupan akrilamid pada makanan dikaitkan dengan risiko kematian akibat kanker yang lebih tinggi. Ulasan lain juga menyebutkan asupan akrilamid berhubungan dengan risiko kanker limfatik dan kulit yang lebih tinggi pada pria, bersamaan dengan tumor pada esofagus.

Penting untuk diingat bahwa sebagian besar penelitian didasarkan pada studi observasional, untuk menentukan hubungan konsumsi akrilamid makanan dengan kanker, tetapi tidak memperhitungkan faktor lain yang mungkin terlibat.

Baca Juga: Apa Perbedaan Tumor dan Kanker? Cari Tahu di Sini!

Jadi apa yang harus saya lakukan?

Saat ini masih belum jelas bagaimana peran akrilamid dalam perkembangan kanker pada tubuh manusia. Namun makanan yang dibakar ataupun gosong tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam porsi sewajarnya. Oleh karena itu konsumsi roti bakar misalnya masih dapat dilakukan dalam porsi sedang.

Meskipun begitu, bila ingin mengurangi konsumsi akrilamid dapat dilakukan dengan cara membakar dan memanggangnya sebentar hingga bewarna keemasan saja. Bila terlalu gosong, dapat memotong bagian yang gosong tersebut agar zat akrilamid yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit. 

Hal lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker adalah dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. Caranya adalah dengan banyak konsumsi buah dan sayuran, serta yang memiliki serat tinggi misalnya nasi merah dan pasta. Konsumsi makanan sehat juga harus dilakukan dengan mengurangi daging olahan, daging merah, gula, garam, dan lemak. Perlu dicatat juga bahwa beberapa makanan dengan akrilamid memiliki kandungan kalori yang tinggi, sehingga sebaiknya perlu diperhatikan bila ingin menjaga berat badan tubuh tetap ideal.

Strategi lain adalah dengan cara mempertimbangkan durasi membakar/memanggang agar tidak terlalu lama ataupun mengganti metode pemasakan dengan merebus atau mengukus bila memungkinkan. 

Baca Juga: Mesothelioma Pleura, Kanker yang Menyerang Selaput Paru-paru

Pemeriksaan risiko dini kanker paru-paru dan kanker lambung

Jika kamu merasa gemar mengonsumsi makanan dibakar atau gosong, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan risiko dini kanker paru-paru dengan layanan LUNGClear™ dan kanker lambung dengan layanan GASTROClear™ untuk memastikan kondisi kesehatan terkini. Kamu bisa menghubungi customer care Bumame untuk mendapatkan informasi lebih lengkap terkait LUNGClear™ dan GASTROClear™.

Ditulis oleh: Nabila Alsya Dwi Nirvana S.Ked

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *