• February 21, 2024

Bahaya Etilen Oksida Berujung Food Recall

Sahabat Sehat, food recall atau penarikan produk pangan dilakukan untuk melindungi konsumen dari bahaya yang bisa disebabkan oleh paparan atau konsumsi makanan yang tidak aman. Salah satu senyawa berbahaya yang cukup sering menjadi alasan food recall adalah etilen oksida.

Mengenal Etilen Oksida dan Bahayanya

Etilena oksida adalah senyawa organik dengan rumus C2H4O yang merupakan eter siklik dan epoksida paling sederhana. Senyawa ini berupa gas yang tidak berwarna dan mudah terbakar dengan bau agak manis.

mie instan
Foto: Pexels.com

Biasanya, etilen oksida digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan kontaminasi mikrobiologis seperti Salmonella. Namun, penggunaannya untuk desinfeksi makanan tidak diizinkan di Eropa. International Agency for Research on Cancer mengklasifikasikan etilen oksida sebagai mutagen kategori 1B, karsinogen kategori 1B, dan racun reproduksi kategori 1B. Etilen oksida diklasifikasikan sebagai karsinogen kelas 2 oleh komisi MAK Jerman dan sebagai karsinogen kelas A2 oleh ACGIH.

Di Amerika Serikat, tidak ada nilai toleransi untuk senyawa ini dan makanan harus bebas dari etilen oksida. Sedangkan di Uni Eropa, proses penarikan produk sudah dilakukan pada batas minimal < 0,02 mg/kg untuk barang yang diproduksi sebelum 14 Juni 2021. Etilen oksida adalah bahaya keamanan makanan yang kronis, bukan akut.

Probabilitas dan Gejala Paparan Etilen Oksida

Paparan etilen oksida (EtO) terjadi dari bahan tambahan makanan, sumber makanan lain, lingkungan, rokok dan produksi endogen oleh bakteri di usus. Menurut FDA AS dari tahun 1986 potensi asupan harian EtO dari semua sumber makanan gabungan, seperti migrasi dari makanan bahan kontak, aditif makanan dan rempah diperkirakan 10 µg/orang, dengan perkiraan paparan kasus terburuk 19 g/orang.

Di Uni Eropa EtO dilarang telah resmi dilarang untuk digunakan sebagai agen sterilisasi. Dulunya EtO digunakan di UE untuk fumigasi pangan dan pakan ternak agar terlindung dari serangan jamur dan bakteri selama pengangkutan dan penyimpanan. Sejak 2011, semua aplikasi makanan dan pakan telah dilarang menggunakan EtO.

Etilen oksida berbahaya bagi kesehatan manusia. Beberapa gejala pada orang yang terpapar EtO baik konsumsi maupun inhalasi adalah lemas, tubuh terasa lemah, sakit kepala, sakit perut, muntah, diare, dan sesak napas. Efek lainnya juga bisa berupa luka bakar pada mata dan kulit, radang dingin, dan masalah reproduksi jika mengalami paparan jangka panjang.

kasus food recall etilen oksida
Foto: Pexels.com

Kasus Food Recall terkait Etilen Oksida

Penarikan produk pangan karena mengandung etilen oksida cukup marak beberapa tahun belakangan. Di Indonesia, BPOM melakukan penarikan salah satu produk es krim rasa vanila pada Juli 2022 setelah menerima informasi European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) tentang ditemukannya etilen oksida, dengan kadar melebihi batas yang diizinkan oleh EU pada produk tersebut.

Food and Drug Agency (FDA) Taiwan melarang masuknya produk mie asal Indonesia ke Taiwan karena adanya EtO pada bumbu mi instan sebesar 0,187 mg/kg (ppm). September 2022, Center for Foods Safety (CFS) Hong Kong menarik peredaran salah satu produk mie instan dari pasaran Hongkong karena kandungan EtO. Hal serupa juga terjadi pada beberapa produk mie instan dari brand yang sama. Produk tersebut ditarik dari pasaran Singapura oleh SFA pada Oktebor 2022 karena mengandung batas maksimum residu (MRL) etilen oksida > 50 mg/kg.

Setelah mengetahu bahayanya, ngga mengherankan kalau perlu dilakukan food recall pada produk yang mengandung etilen oksida. Kalau menurut Sahabat Sehat gimana?

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Setyaning Pawestri, S.Pi, M.Si

Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan, FATEPA, Universitas Mataram. Lulusan Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Gadjah Mada dan Ilmu Pangan, Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *