• February 21, 2024

Apa Itu Gangguan Obsesif Kompulsif? Baca Penjelasannya di Sini

Penyebab OCD belum diketahui secara pasti. Namun, ada faktor-faktor tertentu yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang menderita OCD, antara lain:

  • Memiliki riwayat OCD dalam keluarga
  • Menderita gangguan mental lain, seperti gangguan kecemasan, gangguan bipolar, depresi, atau sindrom Tourette
  • Pernah mengalami kejadian yang menyebabkan trauma atau stres, seperti perundungan (bullying), kekerasan fisik, atau kekerasan seksual
  • Memiliki kepribadian yang sangat disiplin, terlalu teliti, dan perfeksionis
  • Menderita infeksi bakteri Streptococcus ketika kanak-kanak (pediatric autoimmune neuropsychiatric disorders)

Berikut beberapa gejala yang umum terjadi pada penderita OCD:

Pikiran Obsesif

Obsesif adalah gangguan pikiran yang terjadi secara berulang dan menimbulkan kecemasan. Pikiran obsesif ini bisa muncul secara tiba-tiba ketika penderita sedang memikirkan atau melakukan sesuatu. Gejala obsesif yang dialami penderita OCD bisa berupa:

  • Cemas atau takut tertular penyakit sehingga menghindari bersalaman atau menyentuh benda-benda
  • Stres ketika melihat sekumpulan benda tidak selaras atau simetris
  • Takut melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri atau orang lain, misalnya ragu apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu
  • Takut mengatakan sesuatu yang mungkin menyinggung perasaan orang lain
  • Khawatir membuang barang yang telah dikumpulkan atau hoarding disorder

Perilaku Kompulsif

Kompulsif adalah perilaku yang dilakukan berulang-ulang guna mengurangi rasa cemas atau takut akibat pikiran obsesif. Penderita OCD akan merasa lega sesaat setelah melakukan perilaku kompulsif. Namun, gejala obsesif bisa muncul kembali dan membuat penderita OCD mengulangi perilaku kompulsif. Gejala perilaku kompulsif meliputi:

  • Mandi atau mencuci tangan berulang-ulang sampai lecet
  • Menyusun benda menghadap ke arah yang sama atau sesuai jenisnya
  • Memeriksa berulang kali apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu
  • Mengulangi kata-kata atau kalimat tertentu dalam hati agar tidak salah mengatakannya
  • Mengumpulkan atau menimbun barang-barang, seperti surat atau koran yang tidak terpakai

Pada umumnya, gejala OCD pada anak-anak dan orang dewasa tidak jauh berbeda. Namun, gejala OCD pada anak-anak terkadang kurang jelas. Oleh karena itu, orang tua perlu waspada jika anak-anak menunjukkan sejumlah gejala berikut:

  • Sering berganti pakaian karena dianggap sudah kotor
  • Meletakkan barang-barangnya di satu bagian rumah dan akan tersinggung bila dipindahkan
  • Cenderung hanya menggunakan satu toilet tertentu ketika di tempat umum
  • Menggunakan sabun tangan, sabun mandi, atau tisu toilet secara berlebihan
  • Menghindari bersosialisasi dengan teman sebaya dan tidak senang berbagi barang miliknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *