• February 21, 2024

6 Tanaman Hias Penangkal Polusi Udara

Akhir-akhir ini, isu kesehatan lingkungan sedang menjadi perhatian, terutama terkait polusi udara. Cuaca panas dan jarang hujan juga membuat udara jadi terasa berdebu dan kotor. Tentu kondisi ini bisa membawa berbagai masalah kesehatan.

Ternyata, kamu bisa meminimalisir efek negatif polusi udara dengan menggunakan tanaman hias. Bukan sembarang tanaman hias, berikut ini beberapa tanaman yang mampu mengurangi efek polusi udara.

tanaman hias
Foto: Pexels.com

Dracaena

Dracaena termasuk tanaman indoor yang mempunyai daun panjang dan lebar, dengan tepian daun berwarna putih, krem, atau merah. Tingginya bisa mencapai lima meter jika dirawat dengan baik. Tanaman dracaena sudah terbukti menjadi salah satu tanaman penyaring udara yang paling efektif.

Dracaena mampu mengurangi beberapa zat berbahaya di udara, seperti benzena, formaldehida, trikloroetilen, dan karbondioksida. Tanaman ini dapat meningkatkan kelembaban ruangan, sehingga membantu meminimalisir gangguan pernapasan. Meskipun demikian, jauhkan tanaman ini dari kucing atau anjing karena beracun bagi binatang kesayanganmu.

Krisan

Krisan atau Chrysanthemum banyak dicari untuk kepentingan dekorasi rumah, baik outdoor, maupun indoor. Siapa sangka, bunga ini dinobatkan sebagai peringkat pertama filter polutan terbaik menurut studi NASA. Jadi, tanaman bunga musiman ini tidak hanya cantik, namun sangat direkomendasikan untuk mengatasi polusi udara. Bunga krisan mampu menyerap zat beracun yang ada di udara, di antaranya formaldehida, benzena, xylene, dan amonia.

Pakis Boston

Pakis boston ini sebaiknya ditempatkan di dalam ruangan karena mampu menjaga kelembaban udara. Dengan demikian, udara di sekitar bisa menjadi lebih segar. Faktanya, tanaman satu ini efektif untuk orang yang mempunyai kulit kering atau hidung dan tenggorokan sensitif saat udara lembab. Tak hanya itu, pakis boston juga berfungsi sebagai filter alami atau penyaring kotoran yang ada di udara.

tanaman hias
Foto: Pexels.com

Sanseviera

Tanaman ini lebih dikenal dengan nama lidah mertua. Manfaatnya sudah terkenal yaitu sebagai penyerap polusi udara. Berdasarkan hasil studi tahun 2020 di Jurnal Kesehatan Lingkungan, Sanseviera sp. dapat menyerap polutan sebanyak 46,7%.

Biasanya, Sanseviera diletakkan di luar rumah untuk menjaga kebersihan udara di sekitar pekarangan. Adapula sebagian orang yang meletakkan tanaman ini di dalam ruangan untuk menyerap udara kotor, namun saat sore dan malam hari memindahkannya ke luar ruangan. Tujuannya agar tidak terjadi persaingan penyerapan oksigen di malam hari dengan tanaman yang juga menyerap oksigen saat malam hari.

Lidah Buaya

Manfaat lidah buaya yang terkenal adalah menyehatkan rambut, mengatasi ketombe, melembabkan kulit, dan mengatasi luka bakar. Akan tetapi, tahukah Sahabat Sehat alau lidah buaya juga dapat membersihkan udara kotor?

Lidah buaya juga berfungsi sebagai penyerap polusi karena mampu mengukur polusi udara di ruangan. Semakin tinggi kadar polutannya, daun lidah buaya memunculkan bintik-bintik cokelat di permukaan. Gel di dalam lidah buaya mengandung anti bakteri, sehingga efektif sebagai pembersih udara yang alami dan mengurangi kadar bahan kimia beracun di udara, termasuk formaldehida dan benzena.

Spider Plant

Spider plant merupakan antioksidan alami yang secara efektif meminimalisir bahan kimia keras di udara yang muncul dari berbagai produk pembersih dan furnitur, seperti amonia, formaldehida, benzena, dan xylene. Tanaman ini bisa tumbuh dengan cepat dan aman jika ditempatkan di dalam ruangan.

Sahabat Sehat dapat memilih salah satu atau beberapa di antara tanaman yang direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas udara. Pilihlah yang paling memungkinkan untuk ditanam dan dipelihara. Meskipun banyak faktor lainnya yang mempengaruhi efektifitas beberapa tanaman tersebut dalam meningkatkan kualitas udara, setidaknya ini bisa meminimalisir ancaman polusi udara bagi kesehatan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Yuan Adelintang Kurniadita

Saya adalah mahasiswi Magister Sains Manajemen, UGM, dan sudah berpengalaman sebagai content writer freelance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *